Membaca pengalaman buguru, bisa bikin tertawa, tersenyum, terharu, tercengang, yang pasti, dari pengalaman buguru bisa bikin mikir.
Belum lama ini buguru menceritakan kisahnya, didapatnya bukan dari seorang guru bijak, atau seorang penasihat ulung, buguru mendapatkan penyadaran ini dari seorang tukang ojek, (dan memang, penyadaran bisa muncul dari mana saja).
ini kutipannya…
……….Perjalanan pun berlanjut.. sudah masuk daerah cibeber, pa nandang bertanya
*neng..tebih kieu atuh bumi teh..caroge na teu tiasa ngajemput?*
*heuuu..teu acan gaduh pa*
*euleuuuhh..si neng.. nya sawios lah neng, teu acan dipercanten panginten nyaa*
Setelah membaca kisah buguru, jadi terbayang dan terpikirkan.
hmmm.. terkadang optimisme yang ada dalam diri ini terlalu besar, terlalu terbuai oleh janji manis, tanpa pernah ditanamkan secara dalam tentang suatu hal yang sederhana, hal yang selalu dicoba untuk diraih, namun yang terpenting bahkan mungkin jarang sekali untuk diterapkan.
Rasa percaya, kepercayaan, inilah yang selalu kita usahakan untuk kita dapatkan, secara sadar atau tidak, dari keluarga, usaha yang dilakukan untuk meraih kepercayaan dari kedua orang tua bahwa kita mampu, di sekolah, berusaha untuk mendapat kepercayaan dari guru, teman-teman, berbagai hal menakjubkan, kebaikan yang dilakukan, di tempat kerja, bagaimana kita melaksanakan tugas sebaik-baiknya, mengerjakan tugas sepenuh hati, melakukan perintah atasan, menaati aturan dan pada akhirnya hadiah kepercayaan yang dapat bermacam-macam bentuknya akan terasa manis ketika mendapatkannya.
Semua itu untuk mendapat rasa percaya, kepercayaan.
Lalu dalam kehidupan sehari-hari, untuk mewujudkan mimpi, hal besar yang diinginkan,??
Dalam hal rezeki, jodoh, untuk membesarkan diri dan hati, tidak jarang ucapan atau pemikiran "kalau rezeki ga akan tertukar", "kalau jodoh ga akan kemana-mana", "semua akan indah pada waktunya" , saya pikir (mungkin) banyak yang terjebak dengan ungkapan itu.
Apakah usaha untuk meraih kepercayaan dari pemberi rezeki, pemberi jodoh sudah dirasa cukup?? sama halnya seperti dalam keluarga, lingkungan kerja. Ada tugas yang harus dikerjakan, perintah yang harus dilakukan, aturan yang harus ditaati, lalu sudah sejauh apakah hal tersebut sudah dilakukan..?? apakah usaha yang dilakukan dirasa sudah cukup baik sehingga rasa percaya itu dapat diberikan??
hmmm….mari tingkatkan usaha yang lebih baik lagi untuk meraih kepercayaanNya.
Percaya itu harus diusahakan.
dan, terima kasih buguru, sering-sering berbagi pengalamannya…sering-sering naek ojek juga.. hehehe
,,ditulis dengan memanfaatkan Qumana, ditemani dengan lantunan lagu Fallen-Basia, sambil menunggu waktu untuk berangkat ke alam mimpi,,
masmuuuyy.. jadi terharu T_T
suka sekali kata-kata terakhirnya.. *percaya itu harus diusahakan*
mari berusahaaaaaaaaaaa!! (gym)
insyaAllah akan terus sering bagi2 cerita juga, mudah2an ga keabisan bahan nyaritanya..haha.. naek ojeg juga kayanya bakal sering, tapi doain segera punya ojek pribadi aja..hehehehe..amin *salah satu usaha mode on : minta doa* hahahaha
>>buguru : buguru juga yang menginspirasi
terima kasih juga pa nandang..
kemaren baca postingan buguru, hari ini baca postingan k’muy…bener2 combo…seus saya terharu, tertohok, malu, dsb….dan diakhiri dengan melecut diri oleh semangat…
terima kasih buguru, terima kasih k’muy, terima kasih P Nandang (lagi..), nuhun ya Allah..
>>omangga : ayo kita tingkatkan usaha kita..
setuju. Keyakinan dan kepercayaan tidak cukup. butuh usaha yang maksimal.
>>nafis : maksudnya sih memaksimalkan usaha untuk mendapatkan kepercayaan..